Gak kenal maka gak sayang. Kalimat klise yang sangat sering didengar, bahkan pernah gue sebut pula dalam blog ini. Sehubungan dengan kalimat itu juga, disaat kuliah, dosen gue pernah bertanya kenapa disebut ENGINEER?? hmmm…saat itu yang pertama melintas dibayangan gue adalah kata ENGINE alias mesin. Tapi kok gak pas yah…*gak jadi jawab saat itu* n ternyata jawabannya adalah… secara etimologi kata engine dan engineer berasal dari kata INGENIUOS yang akar katanya adalah dari bahasa Latin INGENIOSUS. So, sudah seharusnya engineer itu pandai, terampil, dan dapat menjadi pemecah masalah.
Nah, celakanya *lebay dikit* hal inilah yang sering bikin para engineer gede kepala. Jujur aja sering kali gue merasa sedikit lebih pinter dibanding orangorang yang bukan Jurusan Teknik…tapi itu dulu…*untungnya* kenapa? karena gue disadarkan oleh suatu ‘kebenaran’.
Bokap gue pernah ingetin kalo : Dosa ‘tergawat’ adalah kesombongan, karena saat mengalaminya pun sering kali kita gak menyadarinya.
Maksudnya?
Misal berbohong, bohong itu dosa dan saat kita bohong kita pasti sadar kalau kita sedang berbohong. Mencuri? Tentu itu juga dosa, dan saat kita mencuri kita pasti menyadarinya kalau kira sedang mencuri. Mencontek? Menganiaya binatang yang gak berdosa? *apaan coba contohnya hahaha* ya yang jelas dosadosa tersebut biasanya kita sadar kalau itu dosa, dan sadar kalau kita sedang mengamalkan dosa tersebut.
Nah, tapi saat kita sombong akankah kita menyadarinya? Gue rasa orang yang sombong itu gak akan sadar kalau dirinya sedang sombong. Ya gak sih? *kalau sadar wah bersyukurlah karena artinya SUDAH keluar dari kesombongan itu*
Terus…Kapan sih biasanya orang kita katakan sombong? Secara garis besar yang gue amati dan mungkin pernah gue lakukan juga adalah:
PERTAMA, Bisa jadi saat orang tersebut sukses melakukan sesuatu dan menerima banyak pujian. Pertama dipuji malumalu, kedua dipuji senyumsenyum, ketiga dipuji puas diri, keempat dan keseribu kalinya dipuji mulai deh ”gue gitu loch… * [pake ’c’ :p]*
KEDUA, Tapi perlu diingat juga kesombongan bisa terjadi saat: kita dinilai gagal oleh orang lain, tetapi respon kita adalah ’Siapa sih lu? Gak tau nih gue nyiapin semuanya dengan setengah mati’ dan mulai berpikir ’Ah, dasar elunya aja yang banyak menuntut gak melihat diri sendiri’.
So, karena sombong itu biasa gak disadari kita butuh tementemen yang bisa mengingatkan kita. Kadang kala kita merasa kita lah yang paling benar *emang sifat manusia itu egois ckckck* tapi setidak nya kita bisa membuka hati dan pikiran kita untuk menerima saran orang lain…even, ternyata kita yang benar. N yang terutama perlu kita waspadai adalah apabila ada lebih dari 1 atau 5 orang yang mengatakan kita ’kok seperti itu’, karena janganjangan kita memang ’seperti itu’.
Bersyukur aja kalo makin banyak orang yang menasihati^^
Oya, satu lagi… misal nih udah banyak yang bilang ’kok kita seperti itu’ jangan bikin kita down juga tapi tetep semangaaaadh… Lakukan yang terbaik meski orang menganggap kita tidak melakukan yang terbaik. Jangan jadikan kata orang tersebut sebagai patokan mutlak bahwa ’dosa’ kita gak bisa dibenerin. Just do the best^^
dan sekarang di saatsaat gue akhirnya hampir lulus, gue justru merasa semakin banyak yang belom gue ketahui. Memang : semakin banyak kita belajar, sesungguhnya semakin bodoh kita. *mengutip katakata pembimbing lapangan Kerja Praktek gue*
hoooo…semangat lanjutin Skripsi lagi!!!
footnote : ’kok seperti itu’ = sombong :p
Filed under: civil engineering, gue bangeddhh



Benar!
Mengutip dari komik (ato pilem ato anime ya?), ada yang bilang “batas antara bangga dan sombong itu tipis sekali”.
Jadi kita musti hati2 kalo hati ini udah merasa bangga atas pencapaian yang terlah kita capai.
sombong mengugurkan kebaikan yg kita perbuat
Susah, ya, dikit aja meleset dari bangga orang udah nganggap sombong. Smoga skripsinya lancar, cepet lulus dan…. *ya terserah Lishia mau ngapain, hehehe..*
gambar orang sombong
ku copas mohon izin