Tetralogi Malam

Part 1 : AKU INGIN MENYEBUTMU MALAM

tak tau mengapa aku ingin menyebutmu malam hatiku berkata bahwa kau malam
entah karena kau menyimpan berjuta misteri yang sampai sekarang pun sulit aku selami

entah karena kau menebar berjuta pesona
membuat aku maupun yang lain terlelap
tenggelam dalam gemerlap yang kau biaskan

bagiku hitammu membuatku takjub
kau menenangkanku sesaat kau datang dengan senyummu
menyembunyikanku dari hirukpikuk dunia
seolah tak peduli dengan apa yang aku buat tapi
kau selalu tau apa isi hatiku

tak tau mengapa aku ingin menyebutmu malam

atau karena kedatanganmu yang hanya sekejap
menghanyutkan namun menyiapkan perasaan gundah
takut kehilangan
takut membencimu
takut harus melepasmu

-Lishia 02.05.09-
—————————————————————————————————-

Part 2 : MENJAUH DARI MALAM

sang malam telah terlelap
tenggelam…
ke dasar palung yang terdalam
ia tak mau bercahaya lagi
tak jua berpendar

entah lelah
atau pun terjebak malas melangkah
kerlap kerlip dan binar enggan memberikan bias
hitammu kelam
misterimu tak tersentuh
tak dapat kutemukan diriku ditengah malam

tersadar dari buai
aku pun melangkah

-Lishia 06.07.09-

—————————————————————————————————-

Part 3 : AKU, KAU DAN MALAM

MALAM…hening…udara menusuk tulang…
hanya aku dan kau…

tanya berkecamuk dalam dadaku, dan kau pun tau…

akankah kau masih disampingku?

saat aku mulai memudar
saat bintangku tak lagi terang
saat mungkin aku tak ingat kalau hari itu kau berulang tahun
saat aku lebih memilih duduk dirumah ketimbang menemanimu jalanjalan
saat aku terdiam sulit menjawab meski kau butuh jawab itu dariku
saat aku hanya menangis padahal kau meyakinkan untuk membagi perasaanku padamu
saat aku memarahimu meski ternyata kau tak salah
saat seolah aku tak mempercayaimu, kau kira aku lebih percaya pada sahabatku
saat kau merasa aku tak menghargaimu, karena aku lebih memilih pendapat orangtuaku

saat aku lari dan terjatuh, masih kah aku boleh kembali kedekapanmu?

mungkin ingatan ku tentang cerita kita lenyap
mungkin rasa saat pertama kali kita bertemu akan makin berkurang
mungkin cita itu tak tergapai dengan cara yang tadinya kita angankan
mungkin sauh yang ku labuhkan dihatimu tak begitu kau rasa lagi
mungkin ku hilangkan pemberianmu, yang bagimu itu berarti

akankah kau masih disampingku?

mungkin…

jawabmu…

dan cerita itu tak lagi berlanjut…

-Lishia 24.10.09-
—————————————————————————————————-

Part 4 : AKU INGIN MENYEBUTMU HUJAN [MELUPAKAN SANG MALAM]

kamu datang juga
hai yang ku sebut hujan
menyejukkan,melembutkan hati,dan menyembunyikan tangis
itu lah mengapa kau ku sebut hujan
seolah ingin memisahkan aku dari sang malam
semakin kencang kau datang semakin dapat ku lupakan malam

datang
pergi
datang
pergi
datang

unik cara mu memainkan hati
membuatku terus menanti
sampai ku lupa di dunia ini ada kata mati

hai kamu yang ku sebut hujan

-Lishia 04.12.09-

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.