Dunia Kecil

Entah bagaimana Dunia Kecil ini lahir dari setengah isi kepala yang mengalir tanpa arah. Hanya menjarah kata, kemudian merangkainya. Kapan berakhir dan seperti apa juga tanpa niat apa-apa.

Dunia yang pernah ku jajaki namun akhirnya ku tinggalkan, karena 140 karakter lebih nyaman, banyak yang menyapa. Pula Rentetan Segi Empat yang memanjakan mata, toh aku juga bisa menulis di sana.

Tapi rindu membawa lagi kemari. Semoga konsisten.

Ya sudah ya!

@shianash